image
My Blog
image image image image
Senin, 06 Agustus 2012

I said, each individual has one's way of telling one's secret. It is an amusing fact that I share my secret to the whole world and even sometimes wish that the people I care about would read this secretly. Just to prove that they care about me. And I give way for them to understand me.

Seperti yang kukatakan, setiap orang punya cara masing-masing dalam memberitahukan rahasianya. Merupakan ha yang menggelikan bahwa aku membagikan rahasiaku kepada dunia dan bahkan kadang berharap orang-orang yang berarti untukku akan membaca ini secara diam-diam. Hanya untuk membuktikan bahwa mereka peduli padaku. Dan aku memberi mereka jalan untuk memahamiku.



A friend of mine asked me a question that made me realize about this whole thing. Even God have His secret, and He want us to find out. You can read an excerpt a couple times and still get fresh and mindblowing essence from His words.

Seorang teman memberikan satu pertanyaan yang menyadarkanku akan semua ini. Bahkan Tuhan memiliki rahasia-Nya sendiri yang Ia ingin kita ketahui. Kau bisa berkali-kali membaca sebuah ayat dan terus memperoleh esensi segar dan memukau dari setiap kata-kata-Nya.



He share His secrets in simplest way. Yet, only the most curious heart would reveal one or two of them.

Ia membagikan rahasia-rahasia-Nya dalam cara yang paling sederhana. Tapi, hanya orang-orang dengan hati ingin tahu yang akan menyingkap satu atau dua dari mereka.



Understanding comes after knowing.

Memahami ada setelah mengenal.



To love means to understand. To be loved means to be understood.
But love is abundant. This is only a little part of it.

Mencintai berarti memahami. Dicintai berarti dipahami.
Tapi cinta itu berlimpah. Ini hanya sebagian kecil darinya.

Label:


21.35


"Do you have any secret you secretly hope that someone would, somehow, find out in secret?"

"Apakah kamu memiliki sebuah rahasia dan diam-diam berharap bahwa seseorang akan, entah bagaimana, mengetahuinya secara diam-diam?"




"How would he know?"  ask the people.

"Bagaimana caranya ia tahu?" tanya orang-orang.




"Well, each individual has one's way of 'telling' one's secret"

"Hm, setiap individu punya cara masing-masing dalam 'membertahu' rahasianya"




(For instance, this blog)
(Sebagai contoh, blog ini)

Label:


21.17

Jumat, 14 Oktober 2011

The more you listen, the more you get.
And always know what you re listening.
-For it is stupid to get something stupid
    and even more stupid to let the precious go.

Semakin banyak kau mendengar, semakin banyak yang kau dapat.
Dan selalu ketahui apa yang kau dengarkan.
-Sebab adalah hal yang sia-sia untuk menerima sesuatu yang sia-sia
    dan sia-sia untuk melewatkan apa yang berharga.

Label:


20.01


Hidup adalah bukan tentang MENJADI yang TERBAIK
Hidup adalah tentang MELAKUKAN yang TERBAIK


Life is not about to BE the BEST
It is about to DO your BEST

Label:


18.39


Oke, ini akan singkat.
Saya tiba-tiba menyadari sesuatu bahwa "Menjadi Inspirasi" adalah hal terindah yang bisa kau lakukan dalam hidup ini. Karena hidupmu bukan untuk dirimu sendiri.
Menjadi inspirasi berarti tidak hanya satu kehidupan yang menjadi bermakna. Kau bisa membawa setiap kehidupan menjadi lebih berarti. Manusia memiliki kerinduan untuk menemukan nilai dari dirinya sendiri. Banyak orang yang putus asa diselamatkan oleh sosok-sosok pembawa inspirasi yang kemudian mereka sendiri menjadi sosok baru agi orang lain. Dan sadar tidak sadar, sengaja tidak sengaja, hal ini dapat terjadi pada kita. Ada kepuasan tersendiri ketika kau berhasil membawa satu jiwa kepada tujuan hidupnya meski kau sendiri tak tahu apa tujuan hidupnya.
Dan bagaimana saya bisa berakhir menyajikan kata-kata ini? Saya baru saja melihat video dari khanacademy.org, dan ini bukan tentang bagaimana ia membuka pemahaman saya mengenai limit, tetapi bagaimana ia memanfaatkan apa yang ada untuk menghasilkan sesuatu dari dirinya.
Dan saya bertanya-tanya akankah saya dapat memberikan sesuatu melalui tulisan saya di sini . .
Anda yang tahu jawabannya

Okay, I will make this short.
I suddenly realized that "Being an Inspiration" is the most beautiful thing you can do in this life. Because your life is not for yourself.
Being the inspiration can make not one, but many life into something meaningful. There is a need within people to find a value out of themselves. Many hopeless people are revived by people they do not even know and later becoming another inspiration for others. Funny is when we might have been an inspiration and unaware of it. There is something contenting when you can bring someone to his purpose of life even though you did not know it.
And how come I end up typing this? I had just watched a video of khanacademy.org, and it is not only about how he had opened my mind for limit or differential. It is more about how he makes something out of himself.
And now, I wonder if I can do the same thing in different way through this blog . .
It is yours to decide.

Label:


17.41

Selasa, 19 Juli 2011

Pembicara: Pdt. Benyamin F. Intan, Ph.D.

Ibarat dua sisi mata uang, manusia dan kerja (work) tidak bisa dipisahkan. Sebagai bagian dari natur manusia, kerja bukan lagi sekedar mencari nafkah. Bekerja sudah menjadi gengsi tersendiri. Bekerja untuk memperoleh kekayaan, tingkatkan status sosial, bahkan identitas seseorang sering diidentikkan dengan kerjaannya. Muncul pertanyaan tentang apa itu definisi kerja, makna kerja, hubungan kerja dan hakikat manusia, kerja yang memanusiakan manusia, kerja yang memuliakan Tuhan. Menjawab pelbagai pertanyaan tersebut dari perspektif iman Kristen, seminar ini akan memaparkan pandangan Luther dan Calvin tentang konsep “panggilan” (calling atau vocation) yang mengubah arti kerja secara radikal. Itu pertama kalinya kerja bermakna relijius: “kerja itu ibadah” (laborare orare). Namun tanpa Roh Kudus dan karyaNya, kerja tidak mungkin berpartisipasi dalam karya penciptaan Allah yang berkelanjutan. Konsep kerja demikian melawan konsep-konsep kerja sekuler—kapitalisme dan sosialisme—yang merendahkan atau mendewakan kerja. Kiranya seminar yang menyoroti isu kerja secara historis, sosiologis, teologis, sampai hal-hal praktis ini boleh menjadi berkat bagi setiap peserta yang hadir.

Speaker: Pdt. Benjamin F. Diamond, Ph.D.

Like two sides of a coin, human and labor (work) can not be separated. As part of human nature, work is no longer just for a living. Work has become our own prestige. Working to acquire wealth, increase social status, even one's identity is often associated with the job. Then questions begin to arise about the definition of work, its meaning, its relation with human essence
, works that humanize human, works that glorify God. Answering various questions from the perspective of Christian faith, this seminar will present the views of Luther and Calvin on the concept of "call" (calling or vocation) that radically alter the meaning of work. It is the first time that work has its religious meaning: "work as a service" (laborare orare). But without the Holy Spirit and His own blessing, our works may not participate in God's ongoing creation. This new concept of work is against the secular one-capitalism and socialism-that demeans or lauds the work. Highlighting the issue of work in historical, sociological, theological, and practical point of view,this seminar may hopefully become a blessing for all.

Label:


07.26

Rabu, 08 Juni 2011

Saya mahasiswi

I am a college student



Teriakan saya mengejutkan ibu yang masih bekerja di lantai bawah. Saat itu juga, saya menangis di sisi tangga sambil menatap kata-kata itu di layar ponsel saya.

My screaming surprised my mom who was still working downstairs. I cried right away on the stairs looking at those words on my cell phone screen.



Tapi anehnya perasaan saya tidak lebih baik sekarang . .
Ini bukanlah sebuah kemenangan. Masuk perguruan tinggi yang diminati bukanlah akhir perjuangan. Dan masuk perguruan tinggi ternama tidak menjamin kesuksesan.

Nevertheless, my feeling does not get better now . .
This is not yet a victory. Get into first-choice college is not the end of the struggle.
And get into a top university does not guarantee you a perfect future.



Saya berusaha meyakinkan mereka yang gagal masuk universitas pilihan mereka akan hal ini.
Bahwa saya dan mereka masih tetap berjuang bersama.
Dan bahwa memilih untuk kuliah, berarti memilih untuk menghadapi berbagai tantangan dan ujian yang lebih berat untuk mencapai tujuan hidup ini. Tujuan hidup saya sekarang adalah membahagiakan orang yang saya kasihi. Tapi untuk ke depannya mungkin lebih dari itu.

I tried to convince those who did not get into their first-choice college about this.
That I and they still have to fight together.
And that continuing to a higher degree means choosing to face more trials and bigger challenges to achieve the purpose of life. My mission of now is to make the persons I love happy. But in the future, it might gonna be more than that.



Seperti dikutip dari "Eclipse" oleh Stephanie Meyer:
"Ketika kita berumur lima tahun, mereka menanyakan apa yang akan kita lakukan ketika kita dewasa. Jawaban kita berkisar seputar menjadi astronot, presiden, atau untuk saya, puteri...
Ketika kita berumur sepuluh, mereka bertanya kembali.
Kita menjawab - rock star, cowboy, atau untuk saya, peraih medali emas...
Tapi kini ketika kita dewasa, mereka menginginkan jawaban serius. Yah, bagaimana dengan ini...
Siapa yang tahu?
Ini bukanlah waktu untuk membuat keputusan yang sulit dan cepat. Ini adalah saat untuk membuat kesalahan.
Naiki kereta yang salah dan tersesatlah di tempat yang sepi. Jatuh cinta - terus.
Ambil Filsafat karena sulit menentukan karier yang tepat untuk itu. Ubah pikiranmu. Kemudian ubah lagi karena tidak ada yang tetap. Buatlah kesalahan sebanyak mungkin. Dengan begitu, suatu saat, ketika mereka bertanya lagi apa yang ingin kita lakukan, kita tak perlu menebak... Kita tahu."

As quoted from "Eclipse" by Stephanie Meyer:
“When we were five, they asked us what we wanted to be when we grew up. Our things were answers like astronaut, president, or in my case, princess…
When we were ten, they asked us again. We answered - rock star, cowboy, or in my case, gold medalist…
But now that we’ve grown up, they want a more serious answer. Well, how about this…
Who the hell knows? 
This isn’t a time to make hard and fast decisions. This is the time to make mistakes.
Take the wrong train and get stuck somewhere chill. Fall in love - a lot. Major in philosophy because there’s no way to make a career out of that. Change your mind. Then change it again because nothing is permanent. So make as many mistakes as you can. That way, someday, when they ask again what we want to be… We won’t have to guess. We’ll know.”



Mengapa ini menjadi tekanan? Ini adalah hidup kita yang kita rusak atau kita tata. Banyak orang hebat di luar sana yang tak pernah masuk perguruan tinggi. Mengapa harus merasa bersalah berkepanjangan? Sesalkanlah sebentar segala jalan yang salah diambil lalu cobalah pilihan yang lain. Lagipula kita bukan peramal. Lakukan yang terbaik dan sisanya Tuhan yang menentukan.
Why should this be a pressure? There are lots of great people out there who had not even put a step in a college. This is your life that we ruin or we arrange. Why should we fall into prolonged guilt? Take a second to regret all wrong options we chosed then try the other. After all, we are not fortune-tellers. Just do your best, God do the rest.

Label:


07.46


Orang yang memiliki banyak, akan kehilangan lebih banyak pula. Aku menyebutnya harta duniawi.
Those who own so many will lose many more. I call this wealth.

Jangan mengikat erat apa yang tidak abadi. Karena ketika itu harus ditarik darimu, akan sakit melepasnya. Dan kadang seseorang yang diambil dari kita akan merasakan sakit yang lebih besar. Jangan sakiti mereka atau dirimu. Percayalah bahwa apa yang abadi akan terus bersama.
Do not stick on perishable thing. As it will be too painful to let it go, when it must be taken away from you. And sometimes, the pain of someone we loss can be greater. Do not hurt them or yourself. Just believe that in the end, what must stay together will always be together.

Saya mulai mempersiapkan diri untuk melepas koleksi DVD saya, diary buatan saya, HP saya. Namun bagian tersulit adalah jika saya harus melepas kedua adik saya. Ya, saya memiliki sahabat-sahabat terbaik yang dapat saya miliki, laki-laki yang kusuka dengan kisah kasih tersendiri. Namun bersama merekalah, adik laki-laki menyebalkan dan adik perempuan menjengkelkan saya, saya bisa menjadi diri sendiri. Tak perlu berpura-pura atau takut akan penghakiman. Saya benci menjadi munafik.
I am preparing to let go, at anytime, of my DVD collections, my diary, my cell phone. But the hardest part will be if I am to lose my brother and sister. Yes, I have many great friends I could ever have, boys that give colour to my life. But it is only with my super annoying brother and the pain-in-the-ass-sister I can be my own self. No need to pretend nor afraid of judgment. I hate being hypocrite.

Siapa pun yang membaca ini, ikhlaskan bila harus kehilangan. Segala sesuatunya bukan milik kita. Dan hargailah apa yang kau miliki sekarang.
Whoever read this, let THEM go. Everything is not ours. And appreciate all you have now.

Label:


07.02

Sabtu, 23 April 2011

Humans already have bar codes now haven't they?
That greater power behind the authority. Who knows?
This lunacy . . I dare not imagine where it might end
Lay low . . That is what I can think about now

Orang-orang uda pada punya barcode ya?
Kekuatan yang lebih besar di balik penguasa, siapa tahu?
Kegilaan ini . . Saya sendiri gak berani ngebayangin ujungnya
Tetap nunduk . . Itu aja yang bisa saya rencanakan sekarang

Label:


07.08

Senin, 18 April 2011

Pretty face HATES pretty face
But how come beautiful heart HATES?

This is what makes Inner Beauty so perfect


If you know what Iam talking about




Muka cantik seringkali BENCI muka cantik
Tapi bagaimana bisa hati cantik MEMBENCI?
Itulah yang membuat Kecantikan dari Dalam begitu sempurna


Kalau Anda mengerti maksud perkataan saya.

Label:


03.37

Minggu, 10 April 2011

  Okay, this is what I learn from "Eat Pray Love". Anyway, Julia is fascinating. It must be fun to work and travel at the same time. Anyway here are some simple words: I learn that, "One can't lose everything." Because you still have yourself. (And I'll move on)
  If only I have the courage to let go of my "familiarity and comfort" and go for "a seeking journey". It might teach me whether my destiny should be what I really want. It should be what your heart says, right? But I'm still unsure of what my heart is saying. A part of it says, "I want to be an architect."
  But a part of it says, "I have no ability."
  At this point I should have known which to choose, but then here comes, "I really want to design, to draw, to be in PIXAR!"
  But it's like, WOW?
  I'm just afraid I'll lose confidence in the middle. Am I good at this God?
  I can, more or less, understand writers. They practically convert their feeling and thoughts into beautiful, perfect words. But everybody is writer. And a good writer is a good reflector... (I'm definitely not a good writer). But a good soldier reflect himself well. So does a chef or businessman. It's only about self-understanding that help you in becoming a better person. Everything is philosophy. 
  Architect  would probably be my profession. But art will be my life.

  So this is why they suggest you not to gamble. Because life is already a Casino! We speculate, we take risk, sometimes lose, sometimes win. And we can't focus on two games at one time. Okay, I'm rambling.
  Anyway, I open the scrapbook site of "Eat Pray Love". And this is what I got:

        Fernanda - Brazil
        Word:   "Faith"
        "Sometimes when you set out in the world to help yourself, you end up helping tutti (everyone)" - Liz
  And I need faith.


   Jadi ini yang saya pelajari dari "Eat Pray Love" dan omong-omong, Julia keren banget! Enak kali ya kerja sambil tamasya kayak gitu. Kembali ke topik, inilah beberapa kata yang mungkin menggambarkan apa yang saya peroleh: Saya belajar bahwa "Seseorang tidak dapat kehilangan semuanya." Karena kau masih mempunyai dirimu sendiri. (Dan saya akan terus maju)
  Kalo aja saya punya keberanian untuk melepas semua "kecir ènan dan kenyamanan" dan terjun dalam "perjalanan pencarian". Itu mungkin bakal ngajarin saya tentang apakah tujuan hidup saya adalah apa yang saya mau. Tujuan hidup harus berasal dari hati, kan? Tapi saya sendiri belum yakin apa kata hati saya. Sebagian bilang, "Saya ingin menjadi arsitek."
  Tapi sebagian lagi berkata, "Saya gak punya keahlian."
  Sampai di titik ini, saya pasti sudah tahu harus mendengar yang mana sampai datang lagi satu suara, "Saya benar-benar ingin mendesign, menggambar, bergabung bersama PIXAR"
  Tapi itu benar-benar WAH!
  Saya cuma takut bakal kehilangan kepercayaan diri di tengah perjalanan. Ya Gusti, apa saya mampu dalam hal ini?
  Saya sedikit banyak bisa lah mengerti penulis. Mereka bisa menerjemahkan pikiran dan perasaan mereka secara sempurna dalam kata-kata yang indah. Tapi semua orang adalah penulis. Dan penulis yang baik sama dengan reflektor yang baik.. (Saya pasti bukan penulis yang baik). Tapi seorang tentara bisa merefleksikan diri dengan baik. Sama aja dengan koki atau pengusaha. Intinya, refleksi membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.  Semuanya adalah filosofi.

  Jadi ini alasan mengapa pemerintah bahkan agama melarang orang berjudi. Karena hidup itu adalah Casino! Kita berspekulasi, mengambil risiko, kadang kalah, seringnya menang (Amin). Dan kita gak bisa fokus dalam dua permainan secara bersamaan. Ah, saya ngoceh gak jelas lagi.
  Ngomong-ngomong lagi, saya membuka situs scrapbook "Eat Pray Love" dan ini yang saya dapat:

  Fernanda - Brazil
  Kata: Iman
  "Kadang ketika kau beranjak pada dunia untuk menolong dirimu, pada akhirnya kamu akan menolong tutti (setiap orang)" - Liz
Dan saya butuh iman..


Label:


07.16

Jumat, 01 April 2011

When "Zodiac" Meets "Saw"

  Well, I hope they do meet each other. I mean, they do have one thing in common: Killing Experts. And it will be like a serial murder competition: "Zodiac vs Saw", where they will end up killing each other.

  But who cares who wins. They had both lost!

  Zodiac will actually experience the fun of his own "The Most Dagerous Game". Thanks to Saw who produce that cheesy game of death out of jealousyüwhich he called education üso people will, somehow, learn to appreciate life. But such an irony because what he had done was none other than disgrace the meaning of life. Why don't you sell that body splitter of yours and donate the money to people who are perforced to buy LIFE!

  Well, I can't explain explicitly how I feel about those killers because I never finished "Saw" myself and he is not real and Zodiac is just one randomly-picked example; I have no special interest on both sides. But what I'm gonna say is:
  "Have you ever fell your heartbeat? Have you ever realize that in every beat of your heart, life depends on it."
  Then try too, to look around and listen to every heartbeat. That is life.



  Ketika "Zodiac" Bertemu "Saw"

  Ya, itulah yang diharapkan. Maksudku, mereka memiliki satu kesamaan yang utama: Ahli Dalam Membunuh. Itu akan menjadi sebuah kompetisi pembunuhan berantai: "Zodiac vs Saw", di mana pada akhirnya mereka berakhir untuk saling membunuh.

  Tapi siapa peduli siapa yang menang? Toh keduanya telah menjadi pecundang!

  Zodiac akan benar-benar mengalami sendiri "Permainan Paling Berbahaya"-nya. Terima kasih untuk Saw yang oleh kecemburuannya memproduksi permainan mautüyang ia sebut sebagai pelajaran ituüsehingga entah bagaimana orang akan belajar untuk menghrgai hidup. Ironisnya, apa yang ia lakukan tak lain adalah menodai makna hidup. Mengapa tidak kau jual mesin pemotong tubuh dan berikan uangnya bagi mereka yang terpaksa harus membeli HIDUP! 

  Yah,aku sendiri tak bisa benar-benar menjelaskan perasaanku terhadap pembunuh itu karena aku sendiri belum pernah menonton "Saw" sampai habis dan ia tidak nyata dan Zodiac hanyalah salah satu contoh; aku tidak memiliki ketertarikan khusus pada keduanya. Tapi yang ingin kukatakan adalah:
  "Pernahkah kamu merasakan detak jantungmu? Pernahkah kamu menyadari bahwa hidup bergantung pada setiap detak jantung itu." Maka cobalah juga, untuk melihat ke sekelilingmu dan dengar baik-baik setiap detak jantung itu. Itulah hidup.

Label:


07.34